• Login
  • Headline
  • Indeks

GEMA PALUTA Dukung Penuh Kejari Memeriksa Dana Desa Se Kab. Paluta

groupsetyanews author photo

BORGOLNEWS.COM - Padang Lawas - Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan adalah bagian penting dari program nawacita presiden Ir. Joko widodo, hal itu dituangkan dalam undang-undang nomor 6 tahun 2014 sebagai acuan dan rangkaian regulasi yang mengatur pengelolaan anggaran dana Desa yang dialokasikan oleh pemerintah pusat setiap tahunnya.

Upaya-upaya ini harusnya berbanding lurus dengan pengelolaan dan pengalokasiannya khususnya dikabupaten padang lawas utara provinsi Sumatera utara “ungkap wakil ketua GEMA Paluta Iman Harahap kepada borgolnews melalui pesan singkat Whatsapp. Selasa (29/05). 

Realisasi Pembangunan yang bersumber anggaran Dana Desa di Kabupaten Padang Lawas Utara sangat Miris dan terlihat banyaknya Pembangunan yang tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasinya, bahkan berujung pada indikasi Fiktip terangnya.

Iman juga mengatakan, "Beberapa Desa Sudah di Laporkan kawan kawan Aktifis dari kalangan Mahasiswa dan LSM salah satunya Dugaan Pembangunan Fiktip Desa Sipirok Kec. Portibi yang sudah di Laporkan kawan kawan dan bahkan sudah melakukan Aksi Unjuk Rasa, Kami mendukung Penuh Gerakan Teman teman dan kami Minta Kejari Paluta segera Menangkap Plt. Kades Sipirok tersebut dan Memeriksa Camat Portibi yang melakuan pembiaran.

Kami juga Meminta Kejari Paluta agar memeriksa Kepala Inspektorat Kab. Padang Lawas Utara sebagai Pengawas Pemerintah kami menduga, mandulnya Inspektorat, ada indikasi Pemberian Suap atau kongkalikong dengan oknum kades nakal, maka dari itu kejari harus menelusurinya.

Selain Desa Sipirok Kami juga Meminta Kejari Paluta agar memeriksa Penggunaan Dana Desa di Kec. Portibi Desa Sitopayan dan Portibi Jae Tahun anggaran 2017 sampai 2018. Dan Kec. Batang onang, Desa padang matinggi di duga kekurangan panjang bangunan 75 Meter dan Huta lambung dugaan Fiktip 230 meter parit beton, dan Desa Morang di Kec. Halongonan Timur juga kami mintakan Agar memeriksa Desa huta baru Nakka terkait Pembangunan Kantor Desa yang sampai sekarang belum bisa di Pungsikan dan Kec.ujung Batu Desa Labuhan jurung. 

Pengerjaan jalan telpord pagu anggaran 246.848.450 tahun anggaran 2018 dan itu sudah dilaporkan juga oleh aktivis mahasiswa namun belum di proses papar Iman, kami juga sudah menyiapkan Laporan terkait Ratusan Desa yang secepatnya akan kita antarakan ke kejari, kami berharap kedepan Pengunaan dan alokasi Dana Desa lebih tepat sasaran yang mengacu pada regulasi yang dituangkan dalam UU Desa agar tercipta desa yang mandiri, maju dan berintegritas," Paparnya.(firman)
Komentar Anda

Berita Terkini